FULL VERSION GAMES

Minggu, 15 Juli 2012

Umur Israel Tak Lebih Dari 76 Tahun??!!


Sewaktu negara Israel berdiri dan diproklamirkan tahun 1948, seorang perempuan tua Yahudi masuk ke rumah ibu Muhammad Ar-Rasyid dalam keadaan menangis. Ketika ditanya kenapa dia menangis padahal orang-orang Yahudi sedang bergembira, dia menjawab:

“Sesungguhnya berdirinya negara Yahudi ini menjadi sebab mereka akan dibinasakan. Menurut perempuan tua itu bahwa negara Yahudi yang baru berdiri itu hanya akan berumur selama 76 tahun".

Menurut Muhammad Ar-Rasyid perkara ini ada kaitannya dengan putaran komet Heli yang punya hubungan erat dengan kepercayaan Yahudi. 76 tahun itu jika menurut bulan qamariyah maka sekitar 74 tahun masehi.

1948 + 74 = 2022 M

 "maka mereka masuk", merupakan kata pada urutan 76, jika dihitung dari ayat 2 surat al-Isra'. Ayat ke 2 surat Al-Isra' adalah dimulainya cerita tentang Bani Israil. Jika angka 76 kita kalikan dengan 19, maka hasilnya adalah 1444. Tahun 1444, menurut perhitungan penanggalan Hijriah, adalah saat di mana muslimin akan merebut kembali Masjid Al-Aqsha dibawah pimpinan Imam Mahdi, seperti yang terdapat dalam makna ayat 7 pada surat Al-Isra?.

Dan apabila datang masa hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Begitu juga jika kita menghitung nilai ayat 104 surat Al-Isra? dengan menggunakan tabel al-jumal at-taqlidi. Di mana ayat 104 berbicara mengenai janji akhir, yaitu berkumpulnya Yahudi dari seluruh pelosok dunia ke tanah Palestina. Jika datang janji akhir, maka Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur. Nilai yang di dapat adalah 2022. Itulah tahun di mana negara Israel akan mengalami kehancuran.

Sedang makna pada ayat tersebut yang artinya "dan Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur", menunjukkan bahwa pada tiga tahun terakhir sebelum berakhirnya Israel, bangsa Yahudi akan datang berbondong-bondong dan berkumpul di tanah Palestina dalam rangka untuk menghadapai pasukan Imam Mahdi dalam sebuah perang besar yang amat krusial.

Sebuah Kata lagi dalam ayat tersebut yang artinya "giliran", menunjukkan pembalasan Yahudi kepada pihak yang pernah menyerang mereka dahulu. Irak adalah bagian terbesar dari yang mereka maksud. Kata tersebut menunjukkan juga bahwa pembalasan Yahudi kali ini tidak main-main, karena bertalian erat dengan kesempurnaan pembangunan negara Israel yang mengambil secara illegal tanah tanah Palestina.

Tanah tersebut akan digunakan untuk membangun pemukiman-pemukiman baru Yahudi, guna menyatukan bangsa Yahudi yang selama ini terpencar di berbagai negara. Kaum Yahudi akan menghancurkan negara yang menentang keinginan serta tujuan mereka tersebut. Usaha-usaha mereka akan dimulai secara nyata pada tahun 2008, sebagaimana yang tertera pada ayat 22 surat Al-Maidah:

Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya."

Dan lagi-lagi, jika kita menghitung jumlah kata dari ayat 7 surat Al-Isra sampai dengan akhir ayat 104, akan dihasilkan 1376 kata. Jumlah tersebut sama dengan jarak tahun antara wafatnya Nabi (SAW) yaitu 632 M, sampai dengan tahun pengusiran bangsa Palestina yaitu tahun 2008.

2008 - 632 = 1376

Dengan perhitungan mengunakan tabel Al-Jumal At-Taqlidi, nilai dari ayat yang artinya "kami tidak akan masuk ke dalamnya (Palestina) sampai mereka keluar" adalah 2008. Tahun tersebut adalah rencana kerja pemerintahan di bawah Perdana Menteri Israel saat ini, Ehud Olmert, tentang waktu penentuan garis batas wilayah negara Israel.

Hal itu pernah diucapkannya dalam salah satu putaran kampanye pemilu bahwa tahun 2010 adalah batas waktu akhir dalam menentukan garis batas wilayah negara Israel yang baru. Dalam pernyataan lainnya yang dimuat dalam harian Yerusalem Post, Olmert menyatakan bahwa Israel akan menentukan akhir dari penentuan garis batas negaranya hingga tahun 2010.

Dalam janji kampanyenya sebelum terpilih menjadi perdana menteri, Olmert berjanji bahwa Israel di bawah kepemimpinanya (jika ia terpilih) akan membuat batas final yang akan memisahkan diri dari mayoritas rakyat Palestina, dan akan melindungi keberadaan bangsa Yahudi secara paten. Olmert berjanji akan membuat garis batas yang jelas pada tahun-tahun berikutnya. Dan garis batas itu sangat berbeda dengan yang dibuat sekarang sebagaimana yang diberitakan oleh BBC.

Kita dapat melihat bahwa Yahudi mengetahui dengan baik apa yang mereka dapatkan semenjak awal mula berdirinya negara Israel. Karena mereka adalah pemeluk agama Samawi yang mengerti kandungan kitab Taurat, yang di dalamnya terdapat berita tentang masa depan mereka, termasuk berbagai hal yang akan terjadi nantinya.

0 komentar:

Posting Komentar