FULL VERSION GAMES

Tampilkan postingan dengan label Konflik Israel-Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik Israel-Palestina. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Israel Bunuh Bocah Palestina dengan Bom Mainan



Ein Al Bayda - Seorang walikota di wilayah Palestina melaporkan, pasukan-pasukan Israel membunuh bocah Palestina dengan menggunakan bom berbentuk pena dan mainan. Usai bocah-bocah mengambil mainan yang tergeleak dijalan, mainan itu meledak.

"Beberapa peledak memiliki bentuk-bentuk yang berbeda. Beberapa di antaranya memiliki bentuk yang menyerupai pena dan yang lain seperti mainan," ujar Walikota Desa Ein Al-Bayda Mustafa Fuqaha, seperti dikutip Palestinian Media Watch, Jumat (11/1/2013).

"Ini sangat berhahaya, dan membuktikan bahwa pasukan Israel sengaja menargetkan serangannya ke anak-anak," imbuhnya.

Menurut laporan dari televisi Palestina, Israel juga sempat melakukan hal serupa pada 2003 silam. Mereka menaruh bom dan ranjau yang berbentuk mainan dengan menggunakan pesawat tempur.

Sementara itu, Suratkabar Al-Hayat Al-Jadaida di Palestina melaporkan insiden yang cukup mengejutkan pada 2001 silam. Israel diklaim menyebarkan banyak permen-permen beracun tepat di depan sekolah-sekolah Palestina.

Media Israel pun ikut berkomentar mengenai laporan itu. Mereka mengatakan, laporan-laporan mengenai bom mainan tak lain adalah hasutan-hasutan yang sengaja dibuat oleh Pemerintah Palestina.

Sejauh ini, bocah-bocah di Palestina sering menjadi korban bombardir pesawat Israel. Pada November lalu, di saat Israel menggelar Operasi Pillar Pertahanan di Jalur Gaza, mereka pun hidup sengsara.

Sekira 1,7 warga Gaza adalah remaja yang usianya masih di bawah 18 tahun. Meski demikian, karakter dan kepribadian mereka cukup keras karena mereka dibesarkan di lingkungan perang.

Terkadang, bocah-bocah Gaza juga sering mengutarakan kekecewaannya atas perlakuan komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka mengecam Israel yang tidak mengakui perbuatannya, menyerang warga sipil. Bocah-bocah itupun mendambakan kehidupan normal selayaknya warga lain di belahan dunia ini.

Rabu, 12 Desember 2012

Masalah Gaza dan Suriah adalah Perang Akhir Zaman



Sekitar seminggu yang lalu Bahtiar Nasir, Presidium Spirit of Al Aqsha, berhasil mengunjungi Jalur Gaza bersama delegasi dari Indonesia. Banyak cerita dan fakta baru terungkap. Ia bahkan sempat bertemu PM Ismail Haniyah dan bersilahturahim para pejuang Izzudin Al-Qassam.

Apa saja catatan-catatan yang menginspirasi kita semua dari Jalur Gaza? Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) inipun membagi kisahnya dalam sebuah wawancara dengan hidayatullah.com. Berikut petikan wawancaranya.*

Apa tujuan Anda ke Gaza kemarin?

Ustad Bahtiar Nasir (UBN): Berangkat ke Jalur Gaza adalah impian sejak dahulu. Sebelumnya saat Israel menyerang Gaza di tahun 2009 saya sudah sangat ingin ke sana. Namun kesibukan berdakwah membuat semua rencana harus tertunda. Gaza adalah bumi ribath (berjaga-jaga di medan jihad, red), setiap orang mukmin harus memilih rasa untuk mengunjungi bumi ribath.

Pada kondisi perang Gaza sekarang sempat atau tidak, wajib bagi diri saya menyempatkan diri mengunjungi Gaza. Dan ini menjadi salah satu tarbiyah tertinggi. Merasakan ruh jihad, mengambil ruang untuk ikut terlibat dalam tanggung jawab jihad membela Palestina. Bumi ribath tempat kiblat pertama umat Islam. Alhamdulillah sayapun memutuskan berangkat.

Siapa saja yang berangkat bersama ustad?

UBN: Saya berangkat bersama tujuh orang anggota dari komisi I DPR RI. Ada juga 7 orang dari perwakilan media di Indonesia. Ada beberapa NGO Indonesia juga ikut bersama. Saya sendiri mewakili lembaga Spirit Of Aqsha dan sebagai Sekjen MIUMI.

Bagaimana sikap masyarakat Gaza atas kehadiran ustad dan delegasi Indonesia?

UBN: Setelah sampai di Mesir, kami berangkat menuju Gaza menggunakan bis yang disediakan kedutaan besar RI di Mesir. Sampai di Gaza, kami pertama kali disambut secara kenegaraan dengan tata cara yang sangat sederhana. Setelah itu, panita membawa kami langsung ke gedung parlemen Gaza. Parlemen ini semuanya orang Hamas. Ada juga para syaikh-syaikh Jalur Gaza. Meski berumur lanjut semangat jihad mereka subhanallah begitu kuat terasa. Rombongan kami dipimpin oleh Suripto dari KNRP dan Ketua Lomisi I, Mahfudz Shidiq.

Bagaimana kondisi warga Gaza sendiri?

Subhanallah. Berbeda dengan pemberitaan yang ada. Saya tidak menemukan raut kesedihan dalam wajah mereka. Mereka terlihat senang dan gembira. Mendengarkan kondisi Gaza terbaru. Saat saya tiba di Gaza itu bersamaan dengan PBB Menerima status Palestina sebagai negara. Banyak rakyat Gaza merayakan keputusan PBB itu.

Para pemuda dari kalangan Fatah bahkan membuat konvoi keliling kota. Mereka melantunkan lagu-lagu nasyid di atas mobil mereka. Jangan salah, mobil mereka full sound system yang layak.

Namun, saya tidak melihat warga pro Hamas atau Hamas sendiri ikut merayakan kebijakan PBB itu. Alasan utama kelompok Hamas jelas. Mereka menolak solusi dua negara. Hamas tetap berpegang pada perjanjian tahun 1948. Hamas tetap menuntut wilayah Palestina 80 persen dan Israel 20 persen. Saat ini justru terbalik Israel telah merebut 88 persen wilayah Palestina.

Bagaimana kondisi fisik pasca dibom?

UBN: Secara fisik Gaza tidak terlalu banyak berubah. Memang ada gedung yang hancur. Tapi alhamdulillah kehancuran Gaza tidak terlalu parah. Sekarang masih jauh lebih baik dibanding serangan Israel tahun 2009. Satu lagi, masyarakat Gaza juga tidak memiliki rasa takut. Suasana kota tetap tenang. Semua baik-baik saja. Mereka justru bangga bisa berjihad melawan Zionis-Israel.

Ada yang cukup menarik di sana. Saya menemukan orang-orang dari Jamaah Tabligh (JT) hingga jamaah Salafy ikut berjihad bersama. Secara kuantitas Hamas adalah mayoritas. Mereka semua berjihad bersama-sama melawan Zionis-Israel.

Pertempuran Gaza kali ini membuat kekuatan umat Islam bisa diukur. Jika tahun 2009 kita perlu 23 hari, kali ini kita hanya perlu 8 hari untuk membuat Zionis-Israel ketakutan. Ini berarti perlawanan Jalur Gaza sudah memiliki kualitas yang meningkat.

Siapa saja yang Anda temui?

UBN: Ya saya bertemu PM Ismail Haniyah. Saya menyampaikan langsung amanah umat untuk Palestina. Amanah itu berupa dana. Selain dari Spirit Of Aqsha ada juga titipan dana dari Wahdah Islamiyah.

Ismail Haniyah, subhanallah dia orang yang sangat bersahaja dan rendah hati. Hidupnya sangat sederhana. Untuk ukuran perdana menteri rumahnya sangat sederhana. Mejanya saja hanya terbuat dari plastik. Di dinding rumahnya ada foto-foto para syuhada Hamas. Selain foto Syeikh Ahmad Yassin ada juga foto Hasan Al Banna dipajang olehnya.

Setiap kali bicara jihad, Ismail sangat bersemangat. Saya sangat belajar ketawadhu'an beliau. Ketika shalat maghrib, beliau menjadi imam. Suaranya merdu sekali. Bacaannya fasih dan indah.

Apa saja pesan yang disampaikan?

Ada 3 pesan umum dia untuk Muslim di Indonesia. Pertama ia mengingatkan agar persaudaraan dan hubungan bilateral Indonesia jangan terputus.

Kedua, Ismail juga berterima kasih atas dukungan Indonesia kepada Palestina. Indonesia itu baginya jauh di mata tapi selalu dekat di hati. Yang terakhir, ia berharap dukungan dan bantuan Indonesia tetap berkesinambungan.

Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Gaza selain bantuan kemanusiaan?

UBN: Yang dibutuhkan Jalur Gaza yang pertama adalah senjata. kedua juga senjata dan yang ketiga juga masih senjata. Keempat baru mereka butuh bantuan kemanusiaan. Yang kelima adalah doa kita semua.

Jadi salah kalau prioritas membela Gaza adalah kemanusiaan. Gaza itu bumi ribath, bumi jihad. Ini serius. Mereka memang butuh sarana pendidikan, kesehatan dsb tapi senjata lebih penting dan utama di sana.

Bantuan dana untuk persenjataan jauh lebih prioritas bagi mereka. Saat ini Izzudin Al Qassam mampu memproduksi roket sendiri. Dulu jika mereka beli roket dari luar negeri bisa menghabiskan dana kurang lebih 200 USD untuk 1 roket. Jika mereka produksi sendiri biaya produksi bisa dihemat hingga setengah biaya beli roket ke pihak asing.

Beberapa media menulis hubungan dan bantuan Iran dengan Hamas?

UBN: Di Gaza memang ada faksi Syiah yaitu Jihad Islam. Tapi jumlah mereka kecil. Hamas paling dominan. Peran Iran di Gaza sangat kecil. Roket yang dipakai menyerang Tel Aviv oleh Izzudin Al Qassam bukanlah roket Fajar 5 milik Iran, tapi 1300 roket Hamas yang masuk ke Tel Aviv itu adalah roket Al Qassam. Roket Al Qassam hanyalah salah satu persenjataan yang teknologinya murni buatan kader-kader Hamas. Selain roket tersebut, Izzudin Al Qassam juga sudah mampu membuat granat hingga bazooka.

Roket Iran memang ada tapi sedikit, itupun banyak dipakai oleh Jihad Islam bukan Hamas. Hamas sudah memiliki teknologi sendiri.

Yang perlu diingat juga, Hamas menerima bantuan dari Iran bukan berarti mentolerir akidah Syiah-nya. Kalaupun ada kesepakatan kerjasama itu hanya sebagai manuver politis bukan karena kesamaan akidah. Satu lagi, bukan hanya Iran, orang Kristen, atheis, komunis atau apapun kalau memberi bantuan roket pasti akan diterima. Hamas juga mengapresiasi sikap Hugo Chavez dan pemimpin-pemimpin dunia yang turut mengecam arogansi Zionis-Israel. Jadi rasa terima kasih Hamas bukan hanya ke Iran semata. Semua rasa terima kasih itu tidak lebih sebagai sebuah kepentingan politik.

Sekali lagi, yang banyak menggunakan roket Iran adalah Jihad Islam bukan Hamas. Iran benar-benar memanfaatkan ini untuk pencitraan. Kita juga harus ingat bahwa Iran mendukung Bashar Al Assad di Suriah. Bashar termasuk yang menutup kantor Hamas di Damaskus. Jadi masalah Gaza juga tidak bisa dipisahkan dengan masalah Suriah.

Bagaimana peran Mesir? lebih besar mana peran Mesir dengan Iran?

UBN: Kenyataannya yang berperan justru Mesir dan Turki. Mursy dan Endrogan punya peran vital dalam gencatan senjata di Jalur Gaza. Sekali lagi Iran hanya menggunakan momen ini untuk pencitraan di dunia Islam. Kita semua tahu bagaimana Iran membela Bashar Al Assad di Suriah habis-habisan. Padahal bantuan Iran untuk Jalur Gaza kurang signifikan. Ironis kalau Iran membela Gaza namun pada kondisi yang sama ikut mendukung Bashar Al Assad membantai kaum Ahlus Sunnah di Suriah. Bukankah Iran baru melakukan press release setelah gencatan senjata?

Seperti apa hubungan antara masalah Jalur Gaza dan Suriah ?

UBN: Keberadaan Mesir dan Turki yang kuasai oleh Al Ikhwan al Muslimun telah menjadi ancaman tersendiri baik semua kelompok anti Islam. Jika Suriah juga dipegang oleh Ikhwan atau kelompok Islam, maka sudah ada tiga Negara yang sangat anti kepada Israel mengepung Negara Zionis itu. Ini sangat mengkhawatirkan Benyamin Netanyahu. Itulah kenapa isu Suriah harus dialihkan. Memang ada usaha pengalihan isu Suriah. Dengan adanya Gaza di serang Israel perhatian dunia seketika pindah ke Gaza. Bantuan-bantuan kemanusiaan jadi lebih prioritas di Gaza. Padahal musim dingin di Suriah lebih mencekam. Sekarang kita harus menghangatkan kembali isu Suriah agar umat tidak terlena dengan gerakan Syiah.

Di Surat At Tien sendiri Al-Qur’an menceritakan keterkaitan antara Damaskus dan Baitul Maqdis. Kunci pertahanan Baitul Maqdis ada di Gaza. Namun kunci penaklukannya ada di Damaskus. Gaza, Mesir dan Damaskus ada dalam satu wilayah Syam. Bagi umat Islam di Syam untuk apa kita tinggal di Gaza jika tidak bisa shalat di Al Quds? Untuk apa kita bisa shalat di Al Quds tapi tidak bisa membebaskan Al-Quds? Dan untuk apa kita membebaskan Al Quds tapi sekitar tanahnya masih di jajah Zionis Israel? Ruh ini sudah tertanam di Gaza hingga Suriah. Ini perang akhir zaman, dan faktanya Zionis akan selalu jadi musuh bersama umat Islam.

Senin, 10 Desember 2012

Tahun 2012 Israel Hancur?



Oleh Ustadz Fahmi Suwaedi

 Nabi Daniel dan Mimpi Nebukadnezar

Serangan brutal Israel menjelang penghujung tahun 2012 kini menjadi fokus perhatian dunia. Apakah ini pertanda keruntuhan Israel sesuai nubuat Nabi Daniel?

Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu, sebuah ekspedisi jihad dikirimkan ke Persia. Kota demi kota yang dikuasai Rejim Majusi penyembah api dibebaskan oleh pasukan Islam.

 Syahdan, mujahidin mencapai sebuah kota bernama Tastar. Setelah menaklukkan benteng, mereka menemukan di sebuah ruangan ada sesosok jenazah yang telah lama wafat namun masih utuh. Hanya sedikit rambut dari tengkuknya yang rontok. Penduduk kota memberitahukan bahwa itu jenazah Daniel ‘alaihissalam, seorang nabi dari Bani Israil.

 Nabi Daniel mirip seperti Nabi Yusuf, ia diasingkan dan dianiaya. Ia memiliki sebuah kitab dengan namanya. Isinya aqidah tauhid, kabar gembira tentang kedatangan Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  sebagai nabi terakhir dan kabar tentang akhir zaman.

Sama dengan Nabi Yusuf, Allah memuliakan Nabi Daniel dengan ilmu dan kemampuan menafsirkan mimpi raja. Tafsir Nabi Daniel terhadap mimpi Raja Nebukadnezar, pemimpin Babilonia yang saat itu menjajah Bani Israel, menjadi isu penting dalam keyakinan mereka.

Singkat cerita, para mujahid yang menemukan jenazah Daniel juga menemukan kitab di atas kepalanya. Mereka kemudian membawa kitab itu kepada Umar ra yang memerintahkan Ka’ab al Akhbar untuk menerjemahkannya. Ka’ab adalah mantan pendeta Yahudi sebelum ia masuk Islam, itulah sebabnya ia digelari “al akhbar.”

Mimpi Sang Raja
Di antara isi kitab Daniel adalah tafsir mimpi Nebukadnezar. Sang raja bermimpi aneh yang tak mampu ditakwilkan oleh para filosof, tukang sihir dan nujum dari kalangan Majusi.

Dalam mimpinya Nebukadnezar melihat patung berukuran raksasa yang berkepala emas, dada dan lengannya perak. Lalu perut dan pinggangnya tembaga, pahanya dari besi sementara kakinya sebelah dari besi dan sebelah lagi tanah liat.

Kemudian sebuah batu besar, tanpa upaya manusia, menggelinding sendiri dan menggilas kaki yang terbuat dari tanah liat. Akibatnya kaki patung itu hancur dan ambruk. Semua bagiannya yang terbuat dari emas, perak, tembaga, besi dan tanah liat tergilas batu. Batu itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

Daniel menakwilkan bahwa bagian-bagian patung patung adalah kerajaan-kerajaan besar yang berpengaruh di dunia. Kekuasaan mereka silih berganti sampai muncul kehendak Allah Ta’ala muncul sebuah kerajaan besar yang dikehendaki-Nya melumatkan berbagai kerajaan sebelumnya dan menghapuskan pengaruhnya hingga akhir zaman.

Kejayaan Islam
Syaikh Dr. Safar al Hawali, dalam bukunya “Yaumul Ghadhab, Hal Bada’a bintifadhati Rajab?” memberikan penjelasan lebih konkret. Kepala emas adalah kerajaan Babilonia di bawah Nebukadnezar. Dada dan lengan perak adalah Imperium Persia yang menguasai Irak, Syam dan Mesir. Sementara perut tembaga adalah Kerajaan Yunani di bawah Alexander Agung. Paha besi adalah Imperium Romawi, sementara kaki besi dan tanah liat adalah pecahannya; Romawi Barat dan Romawi Timur (Byzantium).

Adapun batu besar yang menggilas semua kerajaan tadi dimulai dari kaki tanah liat adalah Imperium Islam. Di bawah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, khulafaur rasyidin dan khilafah Islam selanjutnya, satu persatu kerajaan besar dan peradabannya ditaklukkan. Dimulai dari Romawi Timur yang beribukota di Konstantinopel.

Setelah menggilas semua peradaban pagan, penyembah berhala yang disimbolkan sebagai patung, maka batu yang menggelinding sendiri dengan kehendak Allah akan memenuhi bumi. Batu yang berguling sendiri tanpa campur tangan manusia itu menyimbolkan peradaban yang turun dari wahyu Allah. Inilah kekuasaan Islam yang akan memenuhi dunia dengan kebaikan hingga akhir zaman.

Pemelintiran Bani Israel Terhadap Nubuwah Daniel
Nubuat tentang lima kerajaan itu kemudian dipegangi oleh Bani Israel, yang waktu itu tengah dikuasai Babilonia, sebagai kabar gembira dari Allah Ta’ala. Mereka selalu menunggu kehadiran “kerajaan kelima” yang menghancurkan kerajaan-kerajaan pagan musyrik.  Apalagi mereka memang selalu dijajah dan dizhalimi oleh berbagai kerajaan itu.

Kabar-kabar nubuat yang disampaikan para nabi Bani Israel, di antaranya dalam Kitab Yesaya, menunjukkan bahwa kerajaan kelima akan dipimpin oleh “pangeran perdamaian” yang memiliki stempel kenabian di pundaknya. Semua ciri dan tanda yang dikisahkan para nabi itu tiada lain merujuk kepada Islam yang disempurnakan oleh Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Keyakinan ini turun-temurun dikisahkan dan kehadirannya selalu dinantikan. Bahkan Kaisar Hiraklius, Raja Romawi Timur yang mendengar sifat-sifat Rasulullah dari keterangan Abu Sufyan (waktu itu masih kafir dan memusuhi beliau), segera berkata “Telah muncul rajanya umat yang dikhitan.”

Kepada Abu Sufyan, Hiraklius menambahkan, “Kerajaannya akan mencapai pijakan kedua kaki saya.” Seolah sang kaisar telah membaca pertanda bahwa kerajaannya akan dikuasai oleh kaum Muslimin.

Kelak, ketika Hiraklius harus meninggalkan Syam (kini Suriah) karena dikalahkan pasukan Islam, ia berujar sedih, “Selamat tinggal Suriah, inilah perpisahan yang tak akan ada lagi pertemuan lagi setelahnya.”

Dipelintir
Namun, kearifan Hiraklius tak dimiliki oleh kaumnya, Bani Israel. Kerajaan kelima yang menguasai bumi itu ditakwilkan berbeda oleh orang-orang Nashrani dan Yahudi.

Kaum Nashrani menakwilkan bahwa kerajaan kelima adalah Millenium turunnya Al-Masih. Sementara kaum Yahudi menafsirkan bahwa kerajaan itu adalah kerajaan Daud yang dipimpin sang Mesias putra Daud. Untuk memperkuat takwil itu mereka menyatakan, “Ada jeda waktu dalam Nubuat Daniel.”

Jeda waktu menurut mereka ini aneh. Jarak antara kepala sampai kedua betis –antara masa Babilonia dan Roma, sejak Nebukadnezar wafat hingga Kaisar Titus menguasai Al-Quds- kira-kira enam abad. Namun mereka tak sudi menerima bahwa betis hingga telapak kaki adalah Romawi Barat dan Timur, sementara batu yang menggilasnya adalah Kerajaan Islam.

Menurut mereka ada jeda 1000 tahun antara betis dan telapak kaki. Sungguh gambaran yang aneh bin ajaib, bagaimana mungkin panjang kepala hingga betis 600 tahun, sementara panjang betis hingga telapak kaki malah 1000 tahun? Tentu bentuk patungnya sangat tak proporsional.

Padahal impian itu turun pada Nebukadnezar, seorang paganis penyembah patung. Bentuk berhala para paganis selalu memperhitungkan proporsi. Seni patung zaman itu belum mengenal bentuk abstrak dan aneh-aneh yang tak proporsional, seperti karya Dali dan Picasso misalnya.

Alasannya sederhana, Bani Israel tak sudi menerima bahwa kerajaan kelima yang dinantikan justru di bawah pimpinan Bani Ismail. Seperti diketahui, Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah keturunan Ibrahim as dari jalur putranya Ismail. Berbeda dengan Bani Israel yang lahir dari keturunan Israel alias Ya’qub as.

Meski suka memelintir wahyu Allah kepada para nabi mereka, Bani Israel selalu menjadikan kabar-kabar itu sebagai patokan dalam politik mereka. Di Yatsrib, nama jahiliyah Madinah, mereka selalu mengancam orang-orang Aus dan Khazraj dengan kedatangan nabi terakhir yang sedang ditunggu-tunggu.

Setiap kali berselisih dengan kaum Arab, Yahudi Yatsrib selalu mengancam, “Tunggu sampai nabi terakhir kami datang. Pasti kami akan mengalahkan dan mengusir kalian!”

Ironisnya, setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  betul-betul datang, mereka justru mendustakan dan mengingkarinya. Kesombongan dan kekufuran mereka telah melampaui batas sehingga Allah menghinakan mereka melalui Rasulullah dan kaum Muslimin. Justru Suku Aus dan Khazraj menjadi kaum Anshar yang menyertai Nabi, mengalahkan dan mengusir kaum Yahudi dari Madinah.

Demikian pula dengan nubuwah Daniel, Bani Israel memelintirnya namun tetap menggunakannya sebagai kabar gembira kemenangan mereka di akhir zaman. Sebuah harapan kosong yang sia-sia.

Negeri Najis Israel Dihancurkan Tahun 2012
Tak hanya nubuwah tentang tafsir mimpi Nebukadnezar yang tercantum dalam Kitab Daniel.  Ada juga nubuwah tentang akhir zaman yang memuat kabar-kabar tentang masa depan. Di antaranya tentang akan munculnya rijsatul kharab atau “negeri najis.”

Negeri itu mendustakan perintah-perintah Tuhan, mengotori tanah suci dengan perzinaan dan kekufuran. Belum lama terbetik berita bahwa Israel biasa mengumpankan perempuan pada para pemimpin Arab dalam operasi intelijennya. Mantan Menlu Tzipi Livni yang pernah menjadi agen Mossad mengakui bahwa dirinya pun pernah menjadi umpan kotor itu.

Sementara mantan Presiden Israel Moshe Katsav kini dihukum karena memperkosa beberapa perempuan. Sungguh bukti tak terbantahkan betapa zina menjadi bagian dari negara Israel.

Rijsatul kharab juga melakukan kezhaliman yang luar biasa dalam pandangan Allah maupun manusia. Bandingkan dengan Israel yang melanggar tak kurang dari 60 resolusi PBB terkait HAM warga Palestina.

Rijsatul kharab juga dikabarkan didirikan oleh sisa-sisa Bani Israel yang dikumpulkan dari berbagai negeri lain. Pendek kata, segala ciri yang disebutkan dalam Nubuwah Daniel melekat pada negeri Zionis yang didirikan oleh kaum Yahudi rasis di tanah Palestina sekarang ini.

Daniel berkata, “Berdirinya negeri najis itu sampai 2300 tahun atau akan terjadi setelah 2300 tahun.” Setelah apa? Ada beberapa penafsiran soal itu. Namun yang paling kuat menurut Dr. Safar al Hawali adalah sejak berkuasanya Alexander Agung pada tahun 333 SM.

Alasannya karena, setelah wafatnya Nabi Daniel pada tahun 453 SM, manusia menggunakan Penanggalan Alexander yang diberlakukan setelah ia menaklukkan Asia tahun 333 SM. Penanggalan itu terus dipakai hingga Gereja dan Kekaisaran Romawi menerapkan Penanggalan Masehi yang dimulai sejak tahun kelahiran Isa ‘alaihissalam.

Umurnya Hanya 45 Tahun!
Dengan demikian, berdirinya negeri najis itu adalah 2300 tahun setelah 333 SM, yaitu tahun 1967! Sejak kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari melawan negara-negara Arab.

Seperti diketahui, Israel diproklamirkan tahun 1948. Namun negeri Zionis itu baru menguasai total Kota Suci Al-Quds atau Yerusalem sejak tahun 1967. Perang pada tahun itu juga membentangkan wilayah Israel dari Tepi Barat hingga Dataran Tinggi Golan.

Daniel mendapatkan nubuwah pula bahwa umur negeri najis itu hanyalah 45 hari. Setelah itu, Allah akan menurunkan kemurkaan-Nya dan menghancurkan negeri itu. Itulah hari kemurkaan atau Yaumul Ghadhab sebagaimana diambil menjadi judul buku Dr. Safar.

Menurut mantan Dekan Fakultas Aqidah Universitas Ummul Quro Makkah ini, hari di sini harus dipahami sebagai tahun. Dus umur negeri itu adalah 45 tahun saja. Artinya 45 tahun setelah 1967 umur negeri najis Israel akan diakhiri oleh Allah Ta’ala.

Di sini ketemulah angka yang mengejutkan, 1967 ditambah 45 ketemu angka 2012! Namun Dr. Safar memberikan catatan bahwa angka itu tidak boleh dipastikan. Meski demikian, patut diharapkan bahwa kehancuran Israel sudah dekat, Insya Allah.

Seperti diketahui, Rasulullah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar bersikap hati-hati terhadap kabar Israiliyat*). Kabar-kabar yang datang melalui ahli kitab Bani Israil harus disikapi dengan teliti. “Jangan kalian benarkan dan jangan kalian dustakan,” kata beliau.

Maka sikap terhadap kabar kehancuran rijsatul kharab jelas. Tidak boleh langsung diyakini, namun juga tak boleh langsung didustakan. Sebagai umat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, kita tinggal menunggu dan menyaksikan pembuktiannya.

Ada tiga kemungkinan terkait kabar Israiliyat tentang rijsatul kharab. Pertama kabar itu memang tidak akurat sehingga tidak terbukti. Yang kedua, kabar itu benar, namun takwil Dr. Safar Hawali dan perhitungan tahunnya keliru. Yang ketiga, kabar itu benar dan takwilnya pun akurat.

Pasukan Utara dan Timur
Kembali kepada situasi terkini, Israel menggempur Gaza lagi mendekati penghujung tahun 2012. Ia memulai perang dengan membunuh komandan militer Hamas Ahmad Jabari. Mujahidin Hamas dan kelompok jihad lainnya segera merespon dengan menembakkan roket-roketnya ke kota-kota Israel, termasuk Tel Aviv.

Apakah perang ini menjadi awal terwujudnya Nubuwah Daniel? Yaitu turunnya kemurkaan Allah dan menghancurkan negeri najis Israel dengan pasukan mujahidin dari arah utara (Syam atau Suriah) dan Timur (Yordan dan Irak).

Seperti diketahui, kini mujahidin tengah berjihad melawan Syiah Nushairi di utara Israel yaitu Suriah. Mujahidin juga berjihad melawan rejim Syiah di Irak. Sementara gelombang revolusi Arab telah membuka jalan bagi mereka untuk eksis di kawasan Sinai di Mesir utara yang berbatasan dengan Israel di Barat.

Yordan yang berbatasan langsung dengan Israel di Timur pun mulai digoyang gelombang unjuk rasa. Sepertinya jalan menuju pembebasan Palestina dan penghancuran Israel telah mulai terbuka.

Lalu bagaimana dengan kekuatan Amerika dan Barat yang selama ini menjadi backing Israel? Beberapa kabar Israiliyat lain, dari Kitab Yesaya, Yeremia menyatakan bahwa para pembantu rijsatul kharab akan dihancurkan oleh Allah dengan angin dan badai. Juga dengan kebangkrutan perniagaan yang selama ini menjadi andalan ekonominya.

Apakah Badai Katrina, Topan Sandy dan kebangkrutan ekonomi Amerika merupakan bukti kabar itu? Kalangan Kristen dan Yahudi agaknya mencermati juga perhitungan Nubuwah Daniel. Itulah sebabnya wacana “Kiamat 2012” begitu populer di Amerika. Harap-harap cemas warganya menunggu akhir kejayaan mereka. Sementara kita kaum Muslimin menunggu dan menyaksikan. Wallahu a’lam bish shawab.

Al-Qassam: Kami Hanya Gunakan Sepersepuluh Kekuatan Kami, Kami Siap Sapu Israel



Mengawali sambutan dalam milad Hamas ke-25 di Gaza, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menegaskan bahwa pihaknya akan memotong tangan yang melakukan kejahatan dan permusuhan kepada rakyat Palestina.

Salah satu pimpinan Brigade Al-Qassam yang bertopeng menyampaikan salam hormat kepada ruh Asy-Syahid Ahmad Al-Jakbari, wakil komandan utama dan menjelaskan sisi-sisi sejarah jihadnya yang cemerlang. Ia menegaskan, Al-Ja’bari ikut dalam membentuk militer Al-Qassam dan ikut dalam menciptakan kemenangan yang sudah diwujudkan.

Ia menjelaskan, bahwa dalam menghadapi agresi Israel terakhir ke Jalur Gaza  Al-Qassam hanya menggunakan 1/10 kekuatannya dan sebagian dari kemampuan roket yang dimiliki. Bagaimana jika kami gunakan seluruh kekuatan kami di Jalur Gaza  dan Tepi Barat dengan seluruh pasukan kami yang ada? Tegasnya memberikan ancaman kepada Israel.

Ia menjelaskan, pertempuran menghadang Israel yang disebut sebagai “hijaratusijjil” banyak pelajaran dan ingin menyampaikan kepada Israel bahwa kebenaran kami mengalahkan kebatilan kalian, kalau kalian terus menerus menyerang maka kami akan menambah serangan itu.

Kepada Israel, Al-Qassam memberikan ancaman lagi, “Negara kalian yang diciptakan kekuatan zhalim dan penjelmaan dari kekuatan jahat sudah jatuh. Kami akan terus meningkatkan serangan. Kalian pasti akan menurun dan kami akan menang, kalian akan kalah dan kami akan menjadi kuat pada saat kalian melemah. Era kalian sudah berakhir dan saatnya kalian hengkah. Carilah pasport kepergian dan tinggalkan Palestina sebelum terlambat.”

Hengkanglah dari Palestina jika kalian masih berfikir sebab kami akan datang menyapu habis kalian, tegas Al-Qassam mengakhiri sambutannya dalam perayaan milad Hamas kali ini yang diikuti oleh 3000 tokoh dari Arab negara Islam dari penjuru dunia dan diliput oleh 650 wartawan dari 190 lembaga media lainnya.

Kamis, 06 Desember 2012

Menu Penjara Zionis: Telur Busuk, Yoghurt Berjamur, dan Caci-maki



Dua tahanan Palestina yang sakit dan dikirim ke rumah sakit penjara Ramla mengeluhkan buruknya pelayanan kesehatan yang mereka terima. Kedua tahanan ini, yakni Iyad Alwan dari Khan Younis, Selatan Jalur Gaza dan Mahmoud Sabra dari kota Salfit telah menyurati Asosiasi Tahanan dan Mantan Tahanan HUSSAM untuk melaporkan kondisi tersebut.

Surat yang kemudian dipublikasikan oleh HUSSAM itu menyebutkan, Iyad Alwan yang dijatuhi hukuman sepuluh tahun menderita penyakit liver dan ginjal. Sementara Mahmoud Sabra yang dihukum 12 tahun penjara menderita kerusakan syaraf dan sakit kepala. Keduanya dipindahkan ke rumah sakit penjara Ramla pada Jumat 23/11 pekan sebelumnya.

Di sana, mereka malah menjadi sasaran penghinaan dan menerima perlakuan buruk dari petugas dan sipir zionis. Mereka juga diancam akan dibunuh oleh direktur penjara. Keduanya lalu dibuang di ruang isolasi yang minim listrik dan air.

Dalam suratnya, mereka juga mengatakan bahwa pihak penjara memberi mereka telur yang berubah warna menjadi merah dan diduga sudah diracuni serta yoghurt berjamur. Ketika memprotes, direktur penjara malah menghina mereka dan mengatakan mereka adalah ‘teroris’ dan tidak layak hidup.

Alwan dan Sabra menyebutkan, direktur penjara itu mengakui kalau ia memiliki stok telur-telur busuk dan makanan lain yang sudah kadaluarsa untuk konsumsi para tawanan Palestina.(Sahabat al-Aqsha)

Senin, 26 November 2012

Palestina Dan Nubuwat Akhir Zaman



Jika disebut kota suci ketiga setelah Mekah dan Madinah, maka dalam beberapa detik akan terlintas dalam benak kita bahwa yang dimaksud tiada lain kecuali Al-Quds. Benar, Al-Quds, atau Al-Aqsha, Palestina, adalah kata yang tidak asing bagi mayoritas kaum muslimin. Hati kaum muslimin di Indonesia pun lebih dekat dengan Al-Aqsha dari pada Istiqlal atau bangunan lainnya di negeri ini.

Al-Aqsha, atau Baitul Maqdis disebutkan dalam banyak riwayat hadits dan atsar. Tentang keagungan dan keutamaannya, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa Masjidil Aqsha adalah masjid tertua kedua di muka bumi. Masjidil Aqsha juga merupakan kiblat pertama kaum muslimin. Baitul Maqdis sendiri merupakan salah satu dari tiga kota suci yang dianjurkan untuk diziarahi dengan niatan ibadah.[1] Tentang keutamaan shalat di Baitul Maqdis, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa ia setara dengan 500 kali dibanding dengan masjid lainnya. Palestina sendiri termasuk negeri yang didoakan agar mendapat berkah. Dan terakhir, Rasulullah pernah berkunjung ke Palestina dan shalat di Masjidil Aqsa pada malam Isra’.

Secara geografis, Palestina memiliki kedudukan yang sangat strategis di mata dunia Internasional. Tanah bukit Moria, sebuah dataran tinggi yang di atasnya berdiri Masjidil Aqsha dan Masjid Qubbatush Shahra, yang luasnya kurang dari 4 kali lapangan sepakbola, kini telah diperebutkan oleh lebih dari 3 milyar umat manusia.

Di samping faktor geografis dan keutamaan lainnya yang dinubuwatkan, Palestina juga menyimpan banyak misteri di akhir zaman. Negeri ini telah dinubuwatkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagai negeri paling unik. Realita yang kita saksikan sampai hari ini tentang Palestina merupakan gambaran kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Pergolakan politik dan pertikaian serta konflik antara umat Islam dengan Yahudi sebenarnya telah diberitakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Berikut ini merupakan penjelasan dari nabi tentang Palestina di akhir zaman.

1. Palestina Akan Menjadi Bumi Ribath Sampai Akhir Zaman
Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata, “Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka maupun tidak mau mendukung mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah.” Malik bin Yakhamir menyahut: Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa mereka berada di Syam.” Mu’awiyah berkata, “Lihatlah, ini Malik menyebutkan bahwa ia telah mendengar Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa kelompok tersebut berada di Syam.”[2]

Tentang negeri Syam yang disebutkan dalam hadits di atas, riwayat di bawah ini memperjelas bahwa negeri Syam yang dimaksud adalah Palestina. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abu Umamah, ia berkata: Rasulullahshalallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berada di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuhnya, dan orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka kecuali sedikit musibah semata. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah.” “Wahai Rasulullah, di manakah kelompok tersebut?” tanya para sahabat. “Mereka berada di Baitul Maqdis dan pelataran Baitul Maqdis.”

Maka, berbagai pertanyaan yang terus menggelayuti benak setiap muslim; mengapa konflik di Palestina dan pertikaian antara umat Islam dan Yahudi tak kunjung usai, barangkali bila dilacak dari sudut pandang takdir bisa dijawab dengan hadits ini. Sungguh, negeri Palestina tidak akan pernah sepi dari peperangan antara kaum muslimin dengan musuh-musuhnya. Dan, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat di atas, musibah apapun yang ditimpakan oleh musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin di Palestina, hal itu tidak memberikan madharat kecuali sedikit musibah. Maknanya, bahwa sehebat apapun gempuran musuh yang ditimpakan terhadap umat Islam di Palestina, maka hal itu tidak akan pernah membuat komunitas di negeri itu lenyap. Ada semacam jaminan bahwa umat Islam di negeri itu akan tetap eksis. Dan jihad di negeri itu akan terus berlanjut sampai akhir zaman; sampai kaum muslimin berhasil mengalahkan Dajjal.

Riwayat di atas juga boleh jadi menjadi isyarat tentang mustahilnya bagi umat Islam untuk berhijrah meninggalkan Palestina secara total; sedahsyat apapun gempuran musuh atas mereka. Janji Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bahwa serangan musuh hanya akan menimpakan sedikit musibah atas mereka menjadibisyarah (kabar gembira) bahwa negeri ini tidak akan pernah mampu ditaklukkan oleh musuh. Pasti, akan selalu ada segelintir umat yang akan bertahan untuk mempertahankan negeri ini !

2. Palestina Akan Menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman
Nubuwat lain yang juga menakjubkan adalah bahwa negeri Paletina ini akan menjadi bumi hijrah akhir zaman. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan terjadi hijrah sesudah hijrah, maka sebaik-baik penduduk bumi adalah orang-orang yang mendiami tempat hijrah Ibrahim, lalu yang tersisa di muka bumi hanyalah orang-orang yang jahat. Bumi menolak mereka, Allah menganggap mereka kotor, dan api akan menggiring mereka bersama para kera dan babi.” [3]

Jika riwayat tersebut dikorelasikan dengan hadits lain yang menceritakan perjalanan Imam Mahdi dan kaum muslimin dalam memerangi musuh-musuhnya, maka boleh jadi nubuwat di atas terjadi di masa Al-Mahdi. Hal itu Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallambersabda: “Allah memberitahukan kepada Isa dengan firman-Nya, “Tiada seorang pun yang mampu melawannya, karena itu bawalah hamba-hamba-Ku (yang baik-baik) ke gunung Thur.” Lalu Allah membangkitkan (mengutus) Ya’juj dan Ma’juj, mereka segera datang dari seluruh tempat yang tinggi. [4]

Gunung Thur, sebagaimana yang termuat dalam riwayat di atas merupakan bagian dari negeri Syam, meskipun ia tidak berada tepat di dalam Palestina. Tetapi wilayah tersebut masih masuk dalam bagian negeri hijrahnya nabi Ibrahim as. (Syam). Wallahu A’lam.

3. Palestina Akan Menjadi Tempat Tegaknya Khilafah di Akhir Zaman
Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Hawalah Al-Azdi. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya, “Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi Al-Maqdis (Baitul Maqdis, Palestina), maka itu pertanda telah dekatnya berbagai goncangan, kegundah-gulanaan, dan peristiwa-peristiwa besar. Bagi umat manusia, kiamat lebih dekat kepada mereka daripada dekatnya telapak tanganku kepada kepalamu ini.”

Jika merujuk pada riwayat yang menyebutkan penaklukkan kaum muslimin di akhir zaman, maka kemungkinan tegaknya khilafah di bumi Baitul Maqdis itu terjadi di zaman Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat, bahwa di masa Al-Mahdi kelak Dajjal akan dikalahkan, dan tempat terbunuhnya Dajjal sendiri berada di Bab Ludd-Palestina. Setelah tewasnya Dajjal di tangan nabi Isa as, maka kaum muslimin terus memburu Yahudi dimanapun mereka bersembunyi. Setiap benda, baik pohon, batu maupun lainnya akan berbicara dan memberitahukan keberadaan Yahudi yang bersembunyi. Hanya satu jenis pohon yang akan diam dan melindungi Yahudi, yaitu pohon Gharqad, sesungguhnya ia termasuk salah satu dari pohon Yahudi.

4. Palestina Akan Menjadi Tempat Bertahannya Iman di Akhir Zaman
Ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang hal ini :
Dari Salamah bin Nufail Al Kindi ia berkata,’ Saya duduk di sisi Nabi shalallahu alaihi wasallam, maka seorang laki-laki berkata,” Ya Rasulullah, manusia telah meninggalkan kuda perang dan menaruh senjata. Mereka mengatakan,” Tidak ada jihad lagi, perang telah selesai.” Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallammenghadapkan wajahnya dan besabda,” Mereka berdusta!!! Sekarang, sekarang, perang telah tiba. Akan senantiasa ada dari umatku, umat yang berperang di atas kebenaran. Allah menyesatkan hati-hati sebagian manusia dan memberi rizki umat tersebut dari hamba-hambanya yang tersesat (ghanimah). Begitulah sampai tegaknya kiamat, dan sampai datangya janji Allah. Kebaikan senantiasa tertambat dalam ubun-ubun kuda perang sampai hari kiamat. Dan Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa aku akan diwafatkan. Aku tidak akan kekal di dunia ini, dan kalian akan saling menyusulku, sebagian kalian memerangi sebagian yang lain. Dan kampung halaman kaum beriman adalah Syam.”

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak Al-Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka aku mengikuti kepergiannya dengan pandangan mataku. Tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang terang-benderang mengarah ke Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman pada saat terjadi beragam fitnah berada di Syam.”

5. Palestina Menjadi Salah Satu Tempat Berlindung Dari Dajjal
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda:
“Aku peringatkan kalian tentang Dajjal. Aku peringatkan kalian tentang Dajjal. Aku peringatkan kalian tentang Dajjal. ……. Ia menetap di bumi selama empat puluh hari. Ia bisa mencapai setiap jengkal muka bumi kecuali empat masjid; masjidil Haram, masjidi Madinah, masjid Ath-Thur dan masjidil Aqsha. Ia tidak akan samar-samar lagi bagi kalian, karena Rabb kalian tidaklah buta mata sebelah (sementara Dajjal buta sebelah matanya).”[5]

[1]. Rasulullah saw bersabda: “Tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan jauh ke masjid-masjid tertentu dengan niatan ibadah kecuali kepada tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasul (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsa. HR. Bukhari: Kitabut Tathawwu’ no. 1115 dan Muslim: Kitabul Hajj no. 2475.
[2]. HR. Bukhari: Kitabul Manaqib no. 3369 dan Muslim: Kitabul Imarah no. 3548.
[3]. HR. Abu Daud
[4] Shahih Muslim, Bab Dzikr Ad-Dajjal 18: 68-69
[5] HR. Ahmad. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 2934.

Ujung Sejarah Yahudi Adalah Kehinaan, Pasti Mereka Terkalahkan



Al-Hamdulillah, Dzat yang memporak- porandakan pasukan Ahzab, penolong hamba-hamba beriman dan berjihad. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Kebiadaban berulang ditunjukkan Zionis yahudi bangsa Israel. Pembunuhan masal kembali dilakukan terhadap kaum muslimin Gaza, Palestina. Ratusan lebih anak-anak menjadi korban. Disusul kaum wanita menempati urutan kedua. Selanjutnya kaum lemah dari kalangan orang tua dan sedikit dari pejuangnya.

Mereka senantiasa haus untuk menumpahkan darah orang beriman. Mereka sangat menikmati pembunuhan terhadap anak-anak kaum muslimin. Bahkan salah seornag tokoh mereka mengatakan, ia mendapati kepuasan saat melihat darah anak-anak Palestina tertumpah. (Sebagaimana disebutkan DR. Abdul Aziz al-Rantisi dalam tulisannya:

Sayuhzamul Irhab al-Suhyuni)
Kebencian dan permusuhan Yahudi terhadap kaum muslimin tidak bisa ditutup-tutupi. Hanya orang buta saja yang menilai itu kejahatan yang bisa dilakukan siapa saja. Padahal Allah telah menyebutkan dalam Kitab-Nya, kekejaman mereka merupakan bagian dari karaktristik mereka yang tidak bisa lepas,

"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas." (QS. Al-Maidah: 78)

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan, laknat yang menimpa mereka dalam kurun waktu yang sangat lama disebabkan kedurhakaan mereka kepada Allah dan kezaliman mereka yang melampaui batas terhadap makhluk-Nya.

Al-Qur'an juga mencatat, dahulu, Yahudi telah membunuh para Nabi pilihan Allah. Sekarang, mereka membunuh orang- orang shalih yang mengimani para utusan Allah.

Pantaslah jika Allah mengancam mereka, "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk- buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat
cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-A'raf: 167)

Pada masa Nabi Musa, Beliau 'Alaihis Salam memungut upeti dari mereka selama 7 tahun. Lalu kehinaan mereka berlanjut saat mereka berada di bawah kekuasaan Yunani dan raja-raja sesudahnya. Saat kekuasaan di tangan Nashrani, mereka juga dihinakan dan mendapat berbagai siksaan sebagai hukuman Allah terhadap perbuatan mereka.

Kemudian datang Islam, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menghinakan mereka dengan memunggut pajak dan upeti dari mereka agar mendapat rasa aman. Hal ini juga sebagai hukuman atas mereka yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya serta mendustakan ayat-ayat Allah.

Kehinaan juga akan meliputi akhir sejarah mereka saat mereka menjadi pengikut dan pasukan Dajjal terlaknat. Kemudian kaum muslimin yang ditemani Nabi Isa 'Alaihis Salam akan membunuh mereka. Dan ini pertanda sudah dekatnya kiamat.

Ringkasnya, bahwa kafir Yahudi sebenarnya umat terhina yang harus dihinakan. Dan ujung dari sejarah mereka adalah kehinaan. Karena itulah, pejuang Islam jangan gentar menghadapi keangkuhan Yahudi terlaknat. Sehebat- hebat senjata pembunuh mereka, ujung dari mereka adalah kekalahan dan kehinaan.

Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, hingga kaum muslimin membunuhi Yahudi. Sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; 'Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia,' kecuali pohon Gharqad, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi.” (HR. Ahmad)

#Kehancuran Yahudi
Al-Qur’an telah mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

"Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al- Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”. (QS. Al-Isra’: 7)

Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. Dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar.

Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania). Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel.
Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun.

Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

"Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham," Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: "Dari orang-orang asing yang melarangnya."

Kemudian berkata lagi: "Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan." Kami bertanya: "Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang Romawi." (HR. Muslim)

Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada
orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda- benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya
hadits ini (menunjukkan) bahwa benda- benda itu berbicara secara hakikat”. [Fathul Bari (6/610)]. Wallahu A’lam.

Sabtu, 24 November 2012

Operation Pillar of Claud vs Hijaratus Sijjil



Operasi ini dinamai Pillar of Claud (amud sahab). Istilah yang diambil dari Taurat terkait tersesatnya Yahudi di gurun Sinai selama 40 tahun di jaman Nabi Musa. Secara majazi maknanya adalah “hukuman langit” karena tersesat dan tidak yakin yang dimiliki oleh yahudi. Kelompok perlawanan menamakan perang kali dengan “hijaratusijjil” (batu dari neraka sijjil) yang memiliki tekanan makna agama yang jelas bagi kelompok perlawanan Palestina.

Target Israel dalam operasi ini adalah:
  • Mengembalikan reputasi, wibawa dan kekuatan Israel yang sudah hilang di hadapan perlawanan Palestina
  • Mentarget sejumlah tokoh perlawanan Palestina di lapangan dan penghancuran rumah mereka.
  • Menghancurkan pangkalan peluncuran roket perlawanan dan gudang senjata mereka.
  • Menghabisi infrastruktur militer perlawanan.
  • Mengamankan gencatan senjata dengan Hamas.
  • Israel ingin mengetahui bahwa tidak ada Negara Arab yang siap menghadapinya dan ia masih menjadi Negara terkut di kawasan, meski ada revolusi Arab.


Dengan operasi militer udara, laut dan darat Israel ingin mengubah situasi di Gaza untuk menciptakan dua kemungkinan:
  • Tekanan militer ini akan mampu melemahkan kekuasaan Hamas.
  • Hamas mau menerima syarat-syarat Israel dalam gencatan senjata dan membiarkan Israel melakukan operasi militer dan pembunuhan semaunya.


Namun di lapangan, dari konfrontasi dengan kelompok perlawanan Palestina, Israel sadar bahwa kelompok perlawanan berbeda dengan 10 tahun lalu. Jika berani melakukan operasi darat, Israel harus menerima kenyataan menjadi mangsa bom ranjau di jalan-jalan dan rumah-rumah Palestina.

Yang mengejutkan Israel sebelum operasi besar digelar, pemukiman yahudi dihujani roket perlawanan Palestina sampai menembus Tel Aviv dan Jerusalem.

Biasanya perang dimulai dari konfrontasi dan diakhiri dengan pengahncuran dan pembantaian. Perang Israel ke Gaza kali ini berbeda. Diawali dengan penghancuran kemudian perang (agresi). Ini tidak mengagetkan. Sebab Israel memiliki strategi baru yang ingin menyampaikan pesan kepada semua pihak: jika kami mengalami serangan, maka politik kami adalah membalas dengan gila. Ini yang direalisasikan Israel.

Jika permukiman yahudi diserang roket Palestina, Israel akan membalas agresi udara yang menghancurkan perkampungan seluruhnya atau rentetan serangan ke pabrik-pabrik. Balasan gila Israel ini diharapkan oleh Israel sendiri bisa memaksa Palestina untuk berfikir panjang jika menghadapi Israel. Israel seakan ingin masih dianggap sebagai kekuatan tak tertandingi.

Sangat kentara Israel ingin operasinya kali ini bisa menghabisi roket perlawanan Palestina. Namun buktinya, selama tiga hari serangan roket terus menghujani Israel. Dan ternyata Israel harus belajar yang lain karena menemukan roket Palestina jangkauannya lebih jauh dari sebelumnya dan dengan pengaruh lebih dahsyat.

Pertanyaannya, kenapa Israel tidak memilih menggunakan operasi darat besar-besaran? Israel khawatir akan merasakan kerugian besar. Israel sudah pernah merasakan kehancuran kendaraan militer dan tanknya saat menghadapi kelompok perlawanan, disamping kerugian nyawa di barisan serdadunya.

Pelajaran paling penting dalam agresi Israel ke Jalur Gaza bahwa kelompok pejuang perlawanan dan roketnya tidak akan bisa menghabisi serdadu Israel namun pada saat yang sama pasukan penyerang (israel) tidak akan diberikan kesempatan untuk mewujudkan targetnya. Pada saat sebuah pasukan militer tidak bisa melakukan itu maka itulah kekalahan. Itu pula yang terjadi pada saat operasi Cast Lade dan kini berubah di Pillar of Claud saat menghadapi Hijaratus sijjil.